5 Kebiasaan-kebiasaan Berbelanja Generasi Millenial

Kalimat Millennial mulai banyak digunakan. Banyak dari merk yang meyakini bahwa Millennial merupakan pasar yang baik karena mempunyai kebiasaan yang unik mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi Millennial sangat akrab dengan smartphone dan dunia digital, mereka juga golongan yang aktif di media sosial. Kebutuhan gadget dan internet menjadi salah satu kebutuhan dasar generasi Millennial. Beberapa dari mereka bahkan mempunyai kartu kredit. Perubahan-perubahan generasi di umur ini dibandingkan 20 tahun lalu juga terlihat dari spending power yang mereka miliki.

Generasi Millennial memang sebuah kesempatan besar bagi brand untuk berjualan. Namun sebagai seorang marketer, kita juga harus paham kebiasaan-kebiasaan berbelanja dari generasi Millennial, sehingga taktik yang digunakan juga akan tepat dan efektif. Apa saja kebiasaan mereka?
Smartphone Adalah Perangkat Utama Mereka.

Millennial juga sangat akrab dengan ponsel pintar, sudah terbukti dengan sekian banyak waktu yang telah di habiskan dengan smartphone, entah itu untuk chattingan, media sosial hingga berbelanja online. Smartphone adalah medium yang tepat untuk mendekati target audience dari brand yang ingin beriklan. Untuk itu maka tentu sebuah strategi yang efektif untuk mendekati terget audiens millennial merupakan yang banyak disebut dengan mobile first strategy , mengutamakan strategi yang langsung bisa sinergi dengan smartphone users.

2. Social Media Merupakan Kanal Mencari Informasi
Sekarang banyak sekali akun-akun brand yang memiliki media sosial hanya untuk berinteraksi dengan target audiensnya. Seakan telah mempunyai media social yang merupakan salah satu kewajiban sebuah produk atau merk dalam menjalankan digital marketingnya. Social media menjadi tempat pertemuan antara target audiens dengan brand. Dengan konten-konten yang relevan dan dibutuhkan oleh target audiens, brand lebih mudah berjualan secara soft-selling.

3. Lebih Percaya Postingan Teman Daripada Postingan Brand
Memasuki kedalam fase pertimbangan untuk pembelian produk, target audiens yang cenderung menjadi buyer, merupakan saat teman-teman atau lingkungan disekitar yang menggunakan produk tersebut untuk merekomendasikannya dengan target yang akan lebih mudah dan lebih tertarik untuk melakukan purchasing. Untuk itu peer-to-peer communication juga perlu dijaga oleh brand, salah satunya bagaimana mereka menggunakan targeted influencers untuk mempengaruhi audiens.

4. Sensitif Terhadap Harga
Pertimbangan harga memang menjadi hal utama dalam keputusan pembelian, biasanya mereka akan survey antar online shop / brand, untuk harga, kualitas, ketersediaan, lokasi penjual dan lain-lain. Mereka juga akan tertarik ketika ada cashback atau diskon. Mereka lebih pintar membandingkan harga dan kualitas sebuah produk.

5. Generasi dari Millennial Gemar Bertanya Pada Merk
Media sosial yang selalu dimanfaatkan untuk para millennial dalam bertanya seputar produk yang mereka gunakan atau yang mereka ingin beli. Mereka akan langsung merespon akun-akun media sosial dari brand. Untuk itu media sosial yang aktif dari sebuah brand sangat diperlukan, karena salah satu fungsinya adalah customer service. Perkembangan teknologi memang mempengaruhi cara setiap generasi untuk berbelanja dan melihat sebuah produk. Target yang tepat akan mampu memberikan konversi yang tepat, dari audiens menjadi buyer.

Share

This is author biographical info, that can be used to tell more about you, your iterests, background and experience. You can change it on Admin > Users > Your Profile > Biographical Info page."