Dampak Digital Marketing Terhadap Perilaku Konsumen

 

Di era yang serba mobile dan digital ini, digital marketing telah menjadi bagian yang tak terpisahkan. Orang – orang yang sebelumnya tidak berhubungan dengan bidang tersebut sekarang tertarik dan mau belajar tentang dunia digital marketing. Era sekarang telah jauh berubah bahwa jika seseorang tidak memiliki akun sosial media akan dipertanyakan. Jadi, bagaimana para marketer memanfaatkan Digital Marketing?

 

Konsumen Kini Memiliki Penilaian Sendiri Terhadap Produk Yang “Terlihat Bagus”

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

 

Toleransi Konsumen Sangat Menurun Sampai Mengakhawatirkan

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

 

Dialog Konsumen – Word of Mouth

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

 

Mereka Tidak Takut Untuk Mencoba

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

 

Konsumen Kini Tidak Lagi Loyal Terhadap Satu Brand

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

 

Mereka Menggunakan Lebih Dari Satu Jenis Media Sosial

Dengan tumbuh dan berkembangnya Digital Marketing, konsumen bisa menjadi sesuatu yang rumit, mereka memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain untuk menilai produk yang bagus. Mereka bisa saja membandingkan produk fast moving consumer goods dengan produk yang spesial hanya bisa dibeli via pesanan khusus atau yang berharga jauh lebih mahal. Mereka berpikir satu brand sama dengan branf lainnya. Memang bukan semua namun stereotype konsumen adalah demikian. Mereka akan mem-tweet atau komen di media sosial tentang bagaimana layanan Samsung lebih baik dari produk yang mereka bandingkan. Maksud saya, perbedaan kedua produk yang satu dengan yang lain itu berbeda jauh namun bagaimanapun konsumen adalah raja. Jadi perusahaan harus memperhatikan, sekarang mereka berkompetisi terhadap siapa saja di level media sosial.

Share

entrepeneur, digital graphic designer