Tag: 2018


Pertama kali atlet ‘Gamers’ tanding di Asian Games 2018

Pertama kali atlet ‘Gamers’ tanding di Asian Games 2018

Pesta olahraga terbesar se-Asia hanya tinggal menghitung hari saja, Asian Games 2018 akan berlangsung di Jakarta – Palembang sebagai tuan rumah ke-18 pada tanggal 18 Agustus hingga 02 September 2018. Seluruh masyarakat Indonesia kini sedang menyiapkan dan bersiap untuk berpesta menyambut Asian Games 2018 ini, termasuk para gamers. Karena untuk pertama kali atlet ‘Gamers’ tanding di Asian Games 2018, untuk pertama kalinya dalam Asian Games esport akan masuk dalam pertandingan level internasional. Namun untuk kali ini esport dalam Asian Games 2018 hanya sebagai penggembira sebatas eksibisi. Eksibisi yang dimaksudkan disini adalah pertandingan yang tidak akan merebutkan medali seperti cabang olahraga lainnya di Asian Games. Tetapi tidak perlu merasa kecewa karena begitulah peraturannya dimana olahraga yang pertama kali masuk dalam pertandingan harus melewati tahap pertama yaitu eksibisi. Itu berarti pada Asian Games ke-19 pada tahun 2022 nanti para atlet ‘Gamers’ sudah bisa memperebutkan medali seperti cabang olahraga lainnya.

Pertama kali atlet ‘Gamers’ tanding di Asian Games 2018 ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para gamers tentunya. Karena para gamers akan berkompetisi melawan berbagai negara termasuk negara yang diunggulkan yaitu Korea Selatan dan Cina. Para gamers yang telah didaftarkan telah melewati tahap penyaringan di Komite Olimpiade Indonesia, dan secara resmi Ketua Umum Indonesia eSport Asosiation (lesPa) telah mengumumkan 17 nama atlet ‘Gamers’ melalui kualifikasi kompetisi regional.

Kompetisi eSport dalam Asian Games 2018 kali ini dapat menilai seberapa kualitas para atlet Indonesia. AESF (Asian Electronic Sports Federation) pun akan ikut serta bertanggung jawab pada acara pertandingan eksibisi eSport Asian Games 2018. AESF telah menetapkan secara resmi 6 nomor gim cabor eSport yang nanti akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018 tepatnya pada tanggal 26 Agustus sampai 01 September 2018.

6 gim tersebut adalah Pro Evolution Soccer 2018, Starecraft II, Heartstone, League of Legend, Arena of Valor (AoV), dan terakhir Crash Royale. Ada 2 yang termasuk dalam gim mobile yaitu Clash Royale dan Arena of Valor (AOV). Seluruh pertandingan eSport ini akan digelar di Stadion Britama Arena Jakarta.

Meskipun tidak memperebutkan medali, pertandingan atlet ‘Gamers’ yang hanya sebatas eksibisi ini tetap akan digelar secara resmi dan mendapatkan hadiah uang dan sebagainya untuk para pemenang. Dalam kesempatan kali ini, atlet eSport gim League of Legend mengatakan menargetkan masuk 3 besar dalam kompetisi game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena). Diharapkan menjadi nomor 1, karena mereka mengakui memiliki pesaing yang cukup berkualitas dari negara Cina dan Korea Selatan.

Selamat berjuang untuk para atlet-atlet Asian Games 2018, harumkan nama bangsa kita tercinta Indonesia. Hadiahkan yang terbaik sebagai hadiah Hari Ulang Tahun Indonesia ke-73.

 

 


​Menkominfo pastikan kesiapan sistem TI Asian Games 2018

​Menkominfo pastikan kesiapan sistem TI Asian Games 2018

Event olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 akan dimulai hanya dalam menghitung hari. Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah atas pesta olahraga terbesar se-Asia ini, menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya menjadikan pemerintahan dan masyarakat sangat antusias menyiapkan segala sesuatu dengan baik. Baik Presiden RI dan para menteri sibuk mempromosikan Asian Games 2018 yang akan diadakan di 2 kota besar Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus 2018 sampai dengan 02 September 2018. Menkominfo pastikan kesiapan sistem TI Asian Games 2018, dengan terus meninjau untuk memastikan sistem TI untuk pesta olahraga ini siap. Terus melakukan uji coba dan melakukan perbaikan sehingga Menkominfo pastikan kesiapan TI Asian Games benar-benar akan berjalan dengan baik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) berharap semua sistem TI Asian Games tidak akan terjadi masalah apapun, beliau juga memastikan bahwa dari hari ke hari semua tim sudah menyiapkan segala hal baik dari penjualan tiket hingga hasil penayangan pertandingan pesta olahraga se-Asia ini. Menkominfo pastikan kesiapan sistem TI Asian Games 2018, dengan melakukan uji coba jaringan 5G yang akan diberikan kepada masyarakat di sekitar venue Asian Games 2018.

Selain menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem TI, Menkominfo juga bekerja sama dengan bidang industri khususnya yang bergerak pada bidang TI untuk melakukan pengamanan seperti penetration test. Persiapan sistem TI Asian Games 2018, juga membuat menkominfo lebih bekerja keras dengan tim untuk menghindari serangan siber.

Beralih dari menkominfo pastikan kesiapan sistem TI Asian Games 2018. Bagi Anda yang belum mengetahui maskot Asian Games 2018 kali ini, kami akan memberikan sedikit bocoran singkat. Mungkin Anda sudah sering menjumpai spanduk atau iklan seputar promosi pesta olahraga se-Asia yaitu Asian Games di sepanjang jalan atau di televisi. 3 maskot Asian Games ini menggambarkan binatang khas Indonesia yaitu Bhin-bhin diambil dari karakter burung cendrawasih yang berasal dari Indonesia bagian barat tepatnya Papua, yang kedua Atung adalah sosok rusa bawean dan yang terakhir adalah Kaka pengambilan karakter yang memiliki kekuatan ini adalah sosok badak bercula satu. Dibalik 3 maskot Asian Games 2018, tentu Anda ingin mengetahui bukan siapa sosok dari pembuatan 3 maskot Asian Games 2018 pesta olahraga se-Asia ini.

Baca: Sosok di Balik Desain Logo Asian Games 2018


12 Cara Optimasi Facebook Ads

Dalam dunia digital dan online marketing, tentu penggunaan Facebook Ads juga penting di luar service social media marketing, SEO serta lainnya.

Facebook Ads adalah platform yang sangat luar biasa bersinergi dengan online marketing, sama dengan SEO dan social media marketing. Menjadi sangat hebat karena iklan kita bisa menyasar golongan pasar yang sangat niche sekalipun. Dan saya selalu bilang, traffic yang paling convert ya via Facebook Ads (selain Google Adwords). Bertahun-tahun memakai iklan di sosial media ini dan hasilnya selalu memuaskan. Sampai beberapa hari ini yang mulai banyak memasang status boncos, atau bahkan diem-diem kebingungan karena iklannya tidak menghasilkan ROI seperti yan diharapkan.

Akhir-akhir ini banyak yang mengeluh kalau iklannya pada boncos. Yang selama ini menggarap pasar luar negeri, juga mengeluh hal yang sama. Yang fokus di pasar lokal juga begitu. Sebagian besar menyalahkan update gila-gilaan yang dilakukan oleh Facebook.

Tapi intinya cuma satu : rugi.

Seperti yang kita tahu, Facebook Ads adalah platform yang sangat luar biasa. Menjadi sangat hebat karena iklan kita bisa menyasar golongan pasar yang sangat niche sekalipun. Dan saya selalu bilang, traffic yang paling convert ya via Facebook Ads (selain Google Adwords). Bertahun-tahun memakai iklan di sosial media ini dan hasilnya selalu memuaskan. Sampai beberapa hari ini yang mulai banyak memasang status boncos, atau bahkan diem-diem kebingungan karena iklannya tidak menghasilkan ROI seperti yan diharapkan.

Mungkin Landing Page anda yang kurang keren atau mungkin juga funneling anda yang terlalu ribet. Tetapi ini saya coba menulis hal-hal yang perlu anda ketahui dalam optimalisasi Facebook Ads anda. Ingat, tidak ada barang yang tidak bisa dijual di dunia ini, barangkali anda hanya belum menemukan pasar yang tepat saja. Tulisan ini saya ambil dari pengalaman, pengamatan dan beberapa sumber yang sahih.

Cara optimasi Facebook Ads adalah :

1. Jalankan Iklan Anda Secepatnya.

Metode FTO (Fast Take Off) ini akan membuat iklan anda secepatnya dijalankan oleh Facebook dan anda juga akan mendapatkan data yang anda inginkan dalam waktu yang singkat. Rasionalnya, ini juga akan membuat anda secepatnya tahu apakah iklan anda sukses atau gagal.

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan :

– Kalau anda sangat confident dengan produk yang anda pasarkan (termasuk dengan audience yang anda pilih)

a. Ketika membuat campaign untuk pertama kali, hindari metode ‘Accelerated Delivery’, selalu memakai Daily atau Lifetime Budget. Setelahnya set bugdet iklan yang anda rencanakan sebesar 200%-500%. Pancingan ini akan membuat iklan anda berjalan secepatnya.

b. Daripada menunggu hasil data selama 5-7 hari, dalam waktu 48 jam anda kana mendapatkan data yang dapat anda pakai untuk dianalisa. Setelah mendapatkan 10-20k impresi, balikkan lagi budget campaign anda ke normal. Segera analisa.

Note : Beri waktu 24 jam buat Facebook untuk mengoptimasi otomatis iklan anda.

– Kalau anda kurang confident dengan produk anda atau beru pertama kali memakai facebook ads

a. Pake budget iklan yang anda inginkan. Mulai dari yang kecil juga tidak apa-apa. Jangan rubah budget selama masa 3 hari pertama iklan anda.

b. Algoritma Facebook saat ini adalah learning algorithm. Biarkan iklan anda berjalan dulu selama 3 hari. Facebook akan mempelajari iklan anda bagus di demografi yang mana.

c. Setelah 3 hari iklan berjalan, naikkan budget sebesar 50% dari budget sebelumnya. Jalankan iklan selama 7 hari dan mulai analisa hasilnya. Jangan khawatir kalau anda tidak mendapatkan konversi dalam 3 hari pertama. Khawatirlah kalau anda tetap tidak mendapatkan konversi setelah minggu kedua.

2. Selalu Optimasi di Tujuan Anda Beriklan.

Ada banyak tujuan orang beriklan di Facebook. Tetapi Facebook sudah meng-kluster-kan tujuan iklan kita ke dalam beberapa kategori. Ini ada disettingan iklan di awal campaign.

Ada 3 (tiga) tujuan beriklan yang akan diakomodasi oleh Facebook, anda tinggal menyesuaikan saja : 1) Awareness2) Consideration, dan 3) Conversion.

Kenapa ini menjadi sangat penting dan harus dipikirkan diawal dengan benar, karena Facebook akan secara otomatis memaksimalkan traffic sesuai dengan tujuan yang kita pilih.

Nah, biasanya orang sudah langsung menargetkan konversi untuk iklannya. Sah-sah saja. Yang perlu diingat adalah orang yang ‘membeli’ produk anda jauh lebih sedikit dari yang mengklik iklan, atau bahkan yang sampe ke ‘add to chart’.

Perhatikan betul metrik yang anda ingin raih. Ada beberapa metrik yang akan sangat menyenangkan untuk dilihat (dan di screenshot kemudian anda taruh di status), yang saya sebut metrik semu, seperti :

  • Total impresi (semakin banyak impresi, iklan semakin bagus)
  • Cost per click (semakin kecil cpc, iklan semakin menyenangkan)
  • Click through rate (semakin besar CTR, anda semakin bangga)
  • Cost per 1k impresi (semakin kecil, semakin indah)

Metrik di atas hanya bisa dipakai pada saat anda melalukan A/B testing iklan. Tapi tidak mengindikasikan ROI dari iklan anda. Perhatikan metrik di bawah ini :

  • Cost per Conversion
  • Conversion Rate
  • Click to Conversion Rate

Ketiganya jauh lebih berharga karena secara langsung menginformasikan ROI dari tujuan yang ingin dicapai.

Kalau anda bingung menentukan tujuan di awal, saran saya pasang 2 campaigns dengan produk dan audience yang sama tetapi 2 goals yang berbeda. Lihat hasilnya mana yang lebih menghasilkan.

3. Optimasi Bidding Anda.

Ada 2 (dua) pilihan yang dapat anda pakai : Automatic Bidding atau Manual Bidding. Dari pengalaman saya : gak jauh juga bedanya. Eh salah, ada kenaikan konversi dikit di awal tetapi kemudian turun lagi seperti biasa <– mudah-mudahan cuma saya yang mengalaminya. **untung ada disclaimer di bawah

Akan ada masanya ketika bidding otomatis yang anda pake membuat CPC semakin naek dan iklan menjadi merugi. Kemudian anda beralih ke Manual Bidding. Di 2-4 hari awal, perpindahan bid ini akan membuat konversi anda naik tetapi daily budget anda tidak terpakai secara maksimal.

Kemudian mulailah anda membuat puluhan, bahkan ratusan campaigns dengan daily budget yang dinaikkan 500% agar anda mendapatkan impresi yang cukup dengan harapan iklan anda semakin banyak dilihat orang. Setelah itu iklan anda semakin tidak terukur lagi.

Ada 5 (lima) cara untuk manual bid yang bisa dipakai :

  • Mulai dengan tengah-tengah dari suggested bid, kemudian naikkan/turunkan pelan-pelan.
  • Mulai dengan bid rendah, kemudian naikkan pelan-pelan.
  • Mulai dengan bid tinggi, kemudian turunkan pelan-pelan.
  • Mulai dengan bid tinggi dan biarkan saja seperti itu.
  • Mulai dengan bid tinggi, setelah berjalan kemudian turunkan ekstrim ke sangat rendah untuk klik yang murah.

Saya bocorin sedikit, percuma pake manual bidding kalo mental anda masih belum terjaga. Selain mental, pastikan budget anda juga melimpah. Ini dikarenakan algoritma Facebook yang ‘kurang ajar’.

> Kalo anda bid rendah, cuma dikasih traffic yang ‘somewhat likely to purchase’ (kayaknya sih mau beli).

> Kalo anda bid sesuai dengan suggested bid, bakalan dikasih audience yang ‘likely to purchase’(kelihatan mau beli).

> Kalo anda bid yang tinggi (2-3x dari suggested bid), maka anda akan dikasih audience yang ‘most likely to purchase’ (yakin mau beli).

Strategi ini memang agak unik. Makanya saya bilang, manual bidding itu hanya untuk yang punya nyali juara. Belum lagi, metode ini memerlukan budget yang besar untuk bisa berjalan dengan baik. Pengalaman saya, paling nggak di $1000/hari baru bisa jalan.

4. Pakai Custom Ad Schedule.

Kalau anda biasa memakai automatic bidding dan membiarkan Facebook menyebarkan iklan anda di audience yang sudah anda tentukan (atau malahan di broad), maka anda akan mengerti betul saat kapan iklan anda mendapatkan impresi atau konversi banyak, dan kapan yang sepi.

Paling tidak ada 2 hal yang membuat iklan anda gak relevan lagi pake automatic bid :

1) Iklan anda tetep nongol pada saat yang tidak tepat. Misalnya anda jualan mesin fotokopi tapi iklan nongol jam 1 malem, siapa yang mau beli?,

2) Karena Facebook memakai learning algorithm, jadi nongolnya iklan akan disesuaikan dengan jam-jam yang ‘most likely’ konversi (atau tujuan beriklan anda) tercapai.

Cara mengatasi hal ini adalah dengan setting custom ad schedule. Cari jam-jam yang konversi anda tinggi, pasang iklan pada saat jam tersebut saja.

5. Pakai Smart Scheduling/rotasi Untuk Menurunkan Frequency.

Ada cara sederhana untuk menghindari naeknya CPC dan frequency. Ini sangat berguna untuk iklan yang direncanakan akan dijalankan dalam waktu yang lama.

Bayangannya gini, ketika iklan kita muncul di audience yang sama selama beberapa minggu, maka frequency akan naek. Biasanya, naeknya frequency ini akan dibarengin dengan CPC juga naik karena iklan semakin saturated.

Cara paling mudahnya adalah dengan menyediakan 3 gambar untuk satu campaign dan audience yang sama. Pasang gambar itu di tiga ad set yang berbeda dan jalankan pada minggu yang berbeda.

Cara lain lagi adalah dengan membuat satu campaign dengan satu desain dan jadwalkan untuk running di hari Senin, Kamis dan Minggu kemudian duplicate ad set dua kali untuk Selasa dan Jumat dengan desain yang berbeda. Duplicate dua kali lagi untuk hari Rebo dan Sabtu juga dengan desain yang berbeda. Jreng jreng!

Please take note : dari setiap ad set yang dibuat bisa memunculkan hasil yang berbeda.

6. Selalu Lakukan A/B Split Test Untuk Iklan Anda

Tetapi intinya, split test itu diperlukan untuk mengetahui mana yang terbaik dari yang ada. Mana yang terbaik dari gambar, ad-copy, call-to-action, penempatan iklan sampai dengan audience yang terbaik. Ini adalah proses eksperimen dalam rangka mencari formulasi yang maksimal untuk iklan anda. Note : selama masa split test, jangan berharap ROI.

Apa saja yang bisa di split test? Banyak bro.

  • Headline
  • Ads Copy
  • Metode Bidding
  • Tujuan Iklan (campaign objectives)
  • Audience
  • Tipe Iklan (Ad Type)
  • Gambar (ini saja bisa di tes dengan berbagai cara)
  • Gambar vs Video
  • Ad Placement
  • Dan lain-lain

7. Pakai Facebook Pixel dan Pasang Standard Event Untuk Analisa

Hampir semua orang sekarang merekomendasikan Facebook Pixel. Well. pake saja dulu. Ini kegunaannya banyak kok. Saya paling suka make pixel ini buat retargeting. Ini yang bikin iklan ngikutin audience kita kemana-mana.

Beberapa keuntungan meng-inject Facebook Pixel di landing page/website adalah :

  • Bisa track konversi
  • Bisa dipake untuk retargeting
  • Bisa melihat metrik lain berdasarkan dari reaksi orang-orang setelah melihat landing page kita.

Kalau masih bingung liat guide Facebook Pixel.

Setelah memasang pixel dengan benar, anda bisa memilih 9 (sembilan) standard events untuk men-track reaksi dari audience setelah dibawa masuk ke landing page/website anda.

Ini menjadi sangat penting karena anda akan mengetahui berapa banyak yang hanya liat-liat di landing page, berapa banyak yang sudah sampai add-to-cart, berapa banyak yang sudah isi purchase form tapi gak beli atau berapa banyak yang beli (dari thank you letter yang dikirim).

Untuk memasang standard event ini, anda cuma harus menambahkan beberapa baris code di Facebook Pixel yang sudah terpasang.

Penambahannya seperti ini (lihat gambar di bawah):

1. Landing page original code : Copy dan paste Pixel code diantara <head> dan </head> tags di landing page anda.
2. Masukkan Facebook Pixel Code
3. Standard Event Code : di dalam Pixel Code, di atas </script> tag, paste-kan standard event code. Tambahkan Standard Event Code ini di setiap halaman yang ingin di track sesuai dengan peruntukannya.

Panduan : facebook pixel

8. Pakai Custom Audience

Secara khusus, Facebook memperbolehkan kita untuk memakai 3 (tiga) macam audiences. Ketiganya adalah :

  • Saved Audience – target audience yang bisa anda dapat dari memilih beberapa atribut dasar seperti lokasi, umur, gender, gawai yang dipakai, interests dan sebagainya.
  • Custom Audience – target audience dari orang-orang yang pernah mampir ke landing page/ website kita, atau bahkan yang pernah bereaksi dengan iklan yang kita buat. CUstom audience ini juga bisa berasal dari email list yang kita punya.
  • Lookalike Audience – ini adalah ekspansi dari custom audience. Isinya target audience yang mempunyai karakter hampir sama dengan custom audience yang sengaja kita cari lookalike-nya.

Kalau anda masih bingung dengan yang di atas, ini ada 9 (sembilan) audiences, berdasarkan pengamatan saya, yang akan membuat performa iklan anda menjadi hebat :

  1. All your website visitors (Custom Audience)
  2. Pricing page visitors (Custom Audience)
  3. Blog readers/ readers of particular articles (Custom Audience)
  4. Specific landing page visitors (Custom Audience)
  5. Shopping cart abandoners (Custom Audience)
  6. Existing customers and past purchasers (Custom Audience)
  7. Free trial and freemium users (Custom Audience)
  8. People similar to your customer base (Lookalike Audience)

+ Lookalike Audience dengan spesifik interest dan demografi.

Yang terakhir ini ini unik karena kita harus membagi lookalikes audience yang sudah dibuat (bisa dari 1%,2% atau yang lainnya) dengan kebutuhan demografi yang kita punyai.

9. Retargeting dan Niche-kan Niche anda

Setelah menginstall Facebook Pixel di Landing Page/website, sekarang anda bisa me-retargeting orang-orang yang sudah berkunjung ke web. Yang paling standar adalah me-remarketing orang-orang yang berkunjung ke Landing Page dalam waktu 30-90 hari terakhir.

Pernah gak anda ketika iseng berkunjung ke Agoda, kemudian membuka satu hotel tertentu, padahal hotel tersebut hanya dilihat-lihat saja, tetapi kemudian iklan Agoda pada spesifik hotel tersebut mengikuti kita kemana-mana? Ini yang saya maksud niche-kan niche anda.

Kita harus me-retarget relevan produk kepada pengunjung. Kalau kita mempunyai toko online dan terdapat beberapa kategori barang, pastikan pengunjung anda di-remarketing untuk produk yang terakhir kali dikunjungi. Apalagi kalau sudah masuk ke add-to-chart tetapi tidak jadi membeli.

Jangan lupa tawarkan diskon atau penawaran menarik lain agar calon pembeli melakukan hal yang kita inginkan.

10. Pisahkan Target Audience Remarketing Berdasarkan Reaksinya

Salah satu kunci dari keberhasilan retargeting adalah dengan memisahkan orang berdasarkan kepada reaksi yang ditimbulkan setelah masuk ke website kita.

Misalnya gini, kalau anda mempunyai artikel di blog yang menarik, seseorang yang sudah meng-klik dan membaca artikel tersebut akan familiar dengan blog anda. Orang ini jangan lagi masuk ke retargeting ke pembaca blog, tetapi seharusnya sudah dipindahkan dan ditargetkan dengan Sales Page.

Ada tiga kondisi yang bisa menjadi patokan :

Awareness Stage –> Prospecting Stage –> Conversion Stage

Cari pengunjung ke web anda sebanyak-banyaknya di awareness stage, tawarkan produk anda via sales page ketika sudah menjadi prospek dan tawarkan kembali upselling ketiga sudah masuk ke kategori conversion stage.

Untuk memasukkan target ke dalam tahapan yang selanjutnya (baik prospecting atau conversion), anda bisa memakai fitur EXCLUDE di iklan facebook.

Misalnya dengan EXCLUDE-kan orang-orang yang sudah membaca artikel di blog dari target audience yang sudah pernah membaca promosi produk kita, dan set up campaign lain yang menargetkan pembaca blog kita dan menawarkan produk yang relevan dan artikel yang mereka baca.

Jangan lupa EXLUDE kan juga semua pelanggan saat ini (yang sudah membeli) dari campaign yang menargetkan cold leads (lead/prospek yang tidak membeli).

11. Hindari Over Remarketing

Mendapatkan iklan hasil remarketing itu terkadang jengkelin juga. Sepanjang hari buka dimana saja (bahkan di adwords juga), iklannya ngikutin dan nempel kayak perangko. Buka Google ada iklan itu, buka website orang liat iklan adsense yan itu juga, buka Facebook liat iklan newsfeed yang sama trus right-ads juga nunjukin iklan yang sama. Eneg gak tuh.

Kalau anda ingin calon pembeli berempati terhadap produk anda, hindari remarekting yang berlebihan. Kasih interval yang masuk akal. Caranya bisa dengan seperti ini (dengan target sampai dengan 10.000 audience) :

– Tujuan campaign (goal)-nya di set ke Reach. Goal yang satu ini berarti iklan anda tidak akan dibantu oleh Facebook buat auto-optimasi karena anda ingin menjangkau audience yang di retargeting.

– Cari fitur Optimization for Ad Delivery – gunakan Daily Unique Reach, ini artinya Facebook hanya akan menampilkan iklan anda satu kali sehari pada target yang anda pilih sebelumnya.

12. Optimalkan Breakdown Menu pada Ad Report

Saya juga baru sadar belum lama kalau Breakdown Menu di Ad Report bisa sedasyat ini. Walaupun dengan tampilan yang sederhana, laporannya kalo di short udah mirip sama Voluum.

Menu yang satu ini membuat anda bias melihat laporan :

  • Umur berapa iklannya paling convert
  • Lokasi target pasar yang disasar yang paling oke
  • Gawai apa yang dipakai
  • Dan banyak lagi.

Saran saya, sebelum anda betul-betul memakai fitur yang satu ini, biarkan iklan berjalan selama beberapa saat terlebih dahulu. Data yang terlalu sedikit bisa memicu keputusan yang salah. Kalau saya biasanya melihatnya secara progressif, dibandingkan iklan pada saat menghasilkan 100 konversi, 200 koversi sampai dengan 500 konversi.

sumber :  bixbux


Selamat Datang Krisis 2018

Selamat Datang Krisis 2018

Tahun 2018 adalah tahun yang tidak mudah, bukan saja kehadiran lawan-lawan yang tidak terlihat (Silent Competitor) yang langsung menerebos ke rumah konsumen tanpa melalui jalur konvensional (conventional distribution channel), tetapi melalui online.

Smartphone jalur digital/online memungkinkan produk menerebos langsung dihadapan customer, berbiaya murah (lebih efisien) dan tidak terlihat oleh pesaing.

Tantangan Disruption ini memang tak terelakkan, industri lama, para incumbent yang tak mau berubah langsung kena dampak.

Online telah membuat semua produk kehilangan jarak, dunia tanpa jarak, tanpa perantara manusia, produsen dan konsumen semakin dekat, barang-barang dari luar negeri pun bisa menyelinap hadir di tangan kita dengan mudah.

Inilah market baru (disruptive market) yang lebih efisien, sederhana dan tentunya murah (biaya distribusi/marketing lebih efisien). Disruption ini telah membuat retail besar atau incumbent bertumbangan atau mengatur kembali strategi mereka (Matahari, Ramayana, Debenhams, Lotus, Crocs, Blue Bird, dll).

Regulator atau pemerintah bingung bersikap mau membiarkan ini terjadi atau memproteksi pemain lama, semua jadi serba salah, karena disruption memang tak terelakkan.
Pemain lama (incumbent) bingung karena perubahan yang begitu cepat, bahkan sulit merespon karena terbelit persolan internal yang tidak mau berubah (Giant Sleep). Khusus bagi kalangan business, bukan hanya disruption (perubahan yang mengganggu) tetapi Tahun 2018 akan membawa busines seperti roller coaster (naik turun atau volatility) yang tajam.

Menghadapi masa liburan Lebaran ditambah rangkaian event yang akan memancing market slow down. Banyaknya Hari Libur Tahun 2018 akan diawali dengan Liburan Natal dan Tahun baru yang membuat efektifitas pekerjaan baru benar-benar mulai di pertengahan Januari 2018 dimana target baru di-setting dan budget baru di approve, yang pasti penjualan belum mengangkat. Baru liburan panjang, eh! Sudah akan di sambut dengan Liburan Imlek (Chinese New Year) pada pertengahan Februari.

Penjualan baru akan jalan efektif setelah minggu ke-3 Februari 2018 hingga sampai awal bulan puasa di Mei 2018 (3 bulan saja), yang akan terus flat/no special karena efektifitas di bulan Mei sampai Juni (Ramadhan mood) yang pasti datar saja (kecuali kuliner).

Apalagi ditambah liburan bersama Lebaran 14 s/d 20 Juni 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan BBN alias Bulan Begadang National, karena adanya FIFA World Cup yang berlangung dari 14 Juni s.d 15 Juli 18 (satu bulan penuh) yang disiarkan TransCorp. Rasa kantuk dan lemas akan melanda para karyawan sementara market belum pulih benar ditambah dengan heboh PILKADA Serentak di 171 kota/daerah di Indonesia pada tanggal 27 Juni 2018.

 

Yang pasti ditambah dengan drama kampanye antar partai yg akan menghangatkan suasana, khususnya di sosial media dan news online. Selesai Pilkada dan Piala Dunia Sepak Bola, kita kembali di sambut oleh event Asia terbesar yaitu Asian Games ke-18 pada tanggal 27 Agustus s.d 3 September 2018.

Jika kurang oke penyelenggaraannya atau hasil pencapaian tim Indonesia-nya akan berimbas pada situasi sosial media dan keamanan, karena semua akan terasa atau berbau “PILPRES”, Pokoknya bisa berpotensi ramai di sosial media.

Oktober akan diwarnai Geopolitik dimana ada: sidang IMF and World Bank di Bali 8-14 Oktober dan dibarengi dengan Date Line Brexit (UK akan keluar dari UE) secara kasat mata akan berpengaruh terhadap situasi moneter Indonesia.

November dan Desember 2018 mulai semakin panas suhunya dengan gembar-gembor Capres dan Cawapres serta persiapan PILPRES 2019. Disini pasti akan kembali terjadi perang kampanye (termasuk Black Campaign), dll. Di tahun 2018, ada hal lain yaitu agenda-agenda dibidang ekonomi dan politik Nasional/Internasional yang akan berimbas pada ekonomi dan pasar nasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

 

Bagaimana kita menghadapi semua ini?

Motivasi saja Tidak Akan Cukup. Yang dibutuhkan adalah Transformasi.

  • Pertama, Jangan menyangkal bahwa dunia sedang dan terus berubah menuju tantangan yg semakin besar & berat.

 

Stabilitas adalah mitos, anda harus belajar nyaman berhadapan dengan situasi2 yg tidak pasti dan turbulensi perubahan. (Denise Waitley)

  • Kedua, Perubahan Mindset dimulai dari diri kita sebagai karyawan maupun pelaku bisnis.
  • Ketiga, Milikilah Growth Mindset pemikiran yang berkembang, berani berinovasi, selalu belajar serta menyadari dan mau meninggalkan cara lama yang tidak efektif lagi (Iteration).
  • Keempat, Dua Kata yang penting adalah be Creative and Innovative (Disruption).

Memang tidak perlu untuk khawatir yang berlebihan karena manusia adalah makhluk yg paling adaptif, krn kita akan selalu punya cara untuk mengatasinya. Yuk semua Mempersiapkan Diri.